Diciduk karena Narkoba, Jamal Preman Purna bakti Ajukan Rehabilitasi

Diciduk karena Narkoba, Jamal Preman Purna bakti Ajukan Rehabilitasi

VIVA   – Pesinetron Zulfikar alias Jamal Preman Pensiun balik diamankan oleh pihak kepolisian sebab kasus narkoba yang pernah menjeratnya. Jamal terciduk setelah salah satu rekannya berinisial AA diamankan terlebih dahulu usai membeli narkoba jenis sabu.

Pengacara daripada Jamal, Hengky Solihin menyampaikan, dia telah mengajukan rehabilitasi untuk Jamal. Ia pun berharap, Senin, 31 Agustus 2020 akan mendapatkan respons dari pengajuan itu.

Baca Juga: Pengakuan Jamal Preman Pensiun Soal Alasan Nyabu Sedang

“Ya, sekarang masih di polisi, tapi saya udah ajukan surat untuk rehabilitasi. Mudah-mudahan Senin nanti bisa diterima gitu, ” ucap Hengky kepada VIVA saat dihubungi Jumat, 28 Agustus 2020.

Hengky pun kembali menegaskan bahwa kliennya tidak ditangkap bersama dengan AA. AA yang merupakan teman utama tempat kos dengan Jamal Preman Pensiun , ditangkap terlebih dahulu.

“Iya, inisial AA itu, dia tidak bareng. AA dulu yang ditangkap. Jamal lagi jalan, kemudian ditangkap, ” katanya.

Sementara, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya memberikan, modus yang dilakukan AA & Jamal dalam membeli narkoba merupakan modus tempel.

“Pada hari Kamis, 27 Agustus 2020 tim Satnarkoba Polrestabes Bandung melakukan penangkapan kasus narkoba dengan inisial AA dan Z yang mana didapatkan modusnya dengan cara menempel, ” ujar Kombes Pol Cakap Sampurna di Polrestabes Bandung, Jumat, 28 Agustus 2020.

Pembelian dengan modus tempel ini dilakukan agar pembeli dan penjual tidak saling bertemu. Ulung menjelaskan jika penjual saat itu mengedrop sabu di salah satu tempat dan diambil oleh AA.

“Yaitu antara pembeli serta penjual menaruh di suatu wadah, kemudian diambil oleh pembeli jadi pembelinya ditangkap sedangkan penjual tepat kabur, masih DPO, ” ucapnya.

Barang bukti yang didapatkan dari AA dan Jamal Preman Pensiun adalah 0, 38 rencana sabu. Setelah dilakukan pemeriksaan, buatan urine menunjukkan keduanya positif sabu.

“0, 38 rencana di antaranya saudara A & Saudara Z alias Jamal kita periksa urinenya. Hasilnya positif serta sebelumnya sudah dilakukan penangkapan peristiwa yang sama dan baru keluar dari LP. Ini masih diproses lagi, menunggu masukan dari informasi acara bahwa yang bersangkutan pernah masuk dengan perkara yang sama, ” ucapnya.

Atas perbuatannya, Jamal Preman Pensiun dijerat pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UNDANG-UNDANG RI no 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 4 tarikh penjara paling singkat, dan 12 tahun penjara.