Vanessa Angel Hadapi Tuntutan, Suami Kepikiran Hal Ini

Vanessa Angel Hadapi Tuntutan, Suami Kepikiran Hal Ini

VIVA   – Vanessa Angel akan kembali menjalani sidang kasus dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika jenis xanax di Pengadilan Daerah Jakarta Barat dengan agenda menggubris tuntutan dari Jaksa Penuntut Ijmal (JPU).  

Bibi Ardiansyah, suami dari Vanessa mengaku terus kepikiran dengan persidangan dengan akan dijalani sang istri. Dia berharap tuntutan yang akan dibacakan oleh JPU sesuai dengan kesamarataan yang ada.  

“Kepikiran 2 makhluk ini langsung semoga kemanusiaan sebelum keadilan untuk sidang besok, ” tulis Mak cik di Instagram pribadinya, Senin 12 Oktober 2020.

Memang diakui Bibi kaum waktu lalu Vanessa mengalami stres saat menjelang persidangan. Hal itu juga sangat berpengaruh kepada si anak, Gala Sky Andriansyah yang selalu menangis karena air susu ibu (ASI) yang dikeluarkan Vanessa sedikit.

Baca selalu: Mertua Vanessa Angel Positif COVID-19

“Secara psikologis sih Vanessa tuh stres saat suka sidang misalkan sekarang hari Senin. Hari minggu hari sabtu nyata Gala lebih nangis dari hari biasanya karena ASI ibunya gak keluar. Vanessa mikirin kasus hukumnya lagi, ” ucap Bibi pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat, kaum waktu lalu.  

Diketahui jika Vanessa Angel, sang suami Bibi Ardiansyah dan asisten Vanessa Angel berinisial CL, diamankan pihak kepolisian sebab diduga penyalahgunaan psikotropika jenis xanax, ketiganya ditangkap di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Dibanding hasil penggeledahan ditemukan 20 poin psikotropika jenis xanax yang diketahui merupakan milik Vanessa Angel. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.  

Atas perbuatannya itu Vanessa Angel didakwa dengan Pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika jo Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bagian 49 Tahun 2018 tentang Modifikasi Penggolongan Psikotropika dalam Lampiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.  

Vanessa Angel pun terancam penjara menyesatkan lama 5 tahun dan kejahatan denda paling banyak Rp100 juta.